Hari Ketiga FNWH: Teater UI Bawakan Lakon “Nyonya-Nyonya”

PADANG, 26/4/2018

Gelaran Festival Nasional Wisran Hadi di Kampus Universitas Andalas (Unand) memasuki hari ketiga pada Rabu, 25 April 2018. Setelah dilangsungkan seminar pada siang hari, malam harinya ditampilkan pementasan dari Teater Universitas Indonesia (UI). Teater UI membawakan lakon berjudul “Nyonnya-nyonya”naskah karya Wisran Hadi, dengan sutradara Alfian (Dosen UI)

Pementasan yang bertempat di Medan Nan Balinduang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unand tersebut berlangsung meriah dan penuh tepuk tangan. Pasalnya, Teater UI membawakan naskah “Nyonya-nyonya” dengan gaya yang renyah dan penuh humor layaknya opera. Tak jarang, di tengah-tengah pementasan para pemain dan penonton berinteraksi melemparkan candaan yang mengundang tawa.

Pementasan naskah “Nyonya-nyonya”berhasil meraup minat pecinta teater, khususnya di Kota Padang. Terbukti, bangku penonton terisi penuh oleh penonton dari berbagai kalangan, mulai dari sastrawan, budayawan, pegiat teater yang ada di Sumatera Barat. Selain itu, juga dilengkapi dengan kehadiran para tamu undangan dan delegasi dari setiap UKM kampus di Indonesia.

Usai pementasan, langsung diadakan diskusi terkait pementasan tersebut. Diawali dengan pemaparan konsep oleh sang sutradara, Alfian. Katanya, pementasan yang ditampilkan membawakan konsep teater rakyat atau lenong di Jawa. “Pilihan konsep saya dekat dengan konsep lenong. Ini sebenarnya juga siasat agar pemain bebas di atas panggung. Saya tidak ingin mengekang para aktor. Lebih lagi, tujuan kami ke sini agar adek-adek ini (red-aktor) bisa semakin membuka cakrawalanya,” papar Alfian di hadapan para penonton.

Setelah itu, banyak tanggapan dan apresiasi yang muncul dari penonton terhadap pementasan tersebut.Pinto Anugrah (sastrawan, teaterawan, moderator diskusi)melontarkan apresiasi terhadap penampilan Teater UI. Menurutnya, Teater UI berhasil memikat penonton dengan penampilannya.“Pementasan yang sangat renyah,yang disuguhkan oleh kawan-kawan teater UI pada malam hari ini, bagi kita yang ada di Padang tentunya,” ungkap Pinto membuka diskusi.

Hal senada juga disampaikan oleh Mita sebagai delegasi dati Teater Nol Aceh yang mengapresiasi pementasan yang disuguhkan. “Sebelumnya saya mengapresiasi pementasan dari kawan-kawan dari teater UI. Bagus sekali. Lalu, saya juga bertanya-tanya, mungkin ada konsep keaktoran tertentu yang dibawakan aktor untuk pementasan seperti itu,”ucap Mita sambil terus tersenyum.

Diskusiberlanjut dengan paparan Hernawan (budayawan, sastrawan)tentang konsep pementasan, menanggapi paparan sutradara Teater UI sebelumnya. Menurut Hernawan, yang ditampilkan tersebut belum bisa dikatakan lenong, karena masih menggunakan properti.“Kalau memang konsep teater rakyat atau lenong, itu masih ada properti. Sebenarnya kan tidak ada. Kalau memang lenong, ya, olah semua itu dengan baik,” tanggap Hernawan.

Pementasan teater UI merupakan pementasan yang ke-3 dalam agenda FNWH. Agenda yang akan dilakukan seminggu penuh ini masih menyisakan beberapa pementasan yang akan ditampilkan setiap malamnya.

Malam ini, Kamis, 26 April 2018,akanada dua pementasan teater yang juga membawa naskah karya Wisran Hadi.  Agenda akan dimulai pukul 20.00 WIB dengan pementasan Teater Langkah sebagai tuan rumah, membawakan lakon “Malin Kundang” naskah karya Wisran Hadi. Selanjutnya disusul dengan pementasan dari Teater Tirai (Medan) dangan  lakon “Makam Dipertuan”. Dua pementasan tersebut akan digelar di lingkungan Parkiran Belakang dan Medan Nan Balinduang FIB Unand.(*)

 

*Teater Langkah –  Aga Pratamabagian dari pelaksana Festival Nasional Wisran Hadi